Rina
Hartatik
13.1037
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Membaca
merupakan cara mendapatkan informasi, pengertian, dan pemahaman dari apa yang
telah kita tulis. Membaca dan mendengarkan adalah 2 cara untuk kita bisa
memahami suatu permasalahan dengan baik dan benar. ada yang mengatakan bahwa
membaca merupakan jendela dunia, mengapa seperti itu?, karena dengan membaca
kita dapat mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui, bisa mengetahui hal-hal
yang berada jauh dari kita, seperti halnya membaca berita, membaca pelajaran,
bahkan membaca keadaan orang lain.
Broto
(1975) mengemukakan bahwa membaca bukanlah hanya mengungkapkan bahasa tulisan
atau lambang bunyi bahasa, melainkan juga menanggapi dan memahami isi bahasa
tulisan. Dengan demikian, membaca pada hakikatnya merupakan suatu bentuk
komunikasi tulis. Banyak hal yang akan kita peroleh jika kita memahami isi
tulisan yang telah kita baca. Pembelajaran membaca bagi pelajar seharusnya
sudah diterapkan sejak seseorang masih kecil dan kesulitan membaca harus segera
diatasi agar anak yang kesulitan membaca bisa mempelajari berbagai bidang study
melalui membaca. Karena menurut saya membaca merupakan kunci dari segala hal. seseorang
bisa berbahasa inggris karena membaca, seseorang bisa menjawab tugas – tugas
diri dosen karena membaca, bahkan seseorang tidak akan mampu menjawab soal-soal
hitungan seperti halnya Matematika jika kita tidak bisa membaca. Berdasarkan
masalah yang saya bahas pada artikel kali ini saya akan membari contoh: dulu
waktu saya masi duduk di bangku SD saya punya teman yang waktu itu merupakan
teman yang sangat mahir jika dihadapkan dengan materi hitung-hitungan, jika
saya boleh jujur dia adalah siswa yang paling pandai di sekolah SD saya dulu dari
kelas 1-6 di bidang menghitung. Tapi karena dia mempunyai kesulitan dalam
membaca akhirnya pada ujian semester nilainya paling rendah, hanya karena dia
tidak bisa memahami soal, sebab dia sama sekali tidak bisa membaca. Sekalipun
pada materi Matematika dia bukanlah siswa yang selalu mendapatkan nilai
terbaik, hal itu terjadi karena dia tidak mampu memahami perintah-perintah yang
berada pada soal. Jadi saya simpulkan membaca merupakan kunci agar kita dapat
membuka jendela dunia.
jika seseorang kurang memiliki kesadaran tentang
pentingnya membaca buku, maka disitu akan melahirkan seseorang yang kurang berpengetahuan
dan kudate (kurang update) saya
prediksikan faktor yang menjadi penyebab kurangnya minat baca, di antaranya
budaya menonton lebih mendominasi dari pada budaya baca, mahalnya harga kertas
yang berimbas harga-harga buku menjadi mahal, dan kurangnya sosialisasi dari
pemerintah tentang pentingnya membaca buku.
Menyikapi
masalah tersebut, penulis teringat dengan gagasan Thorndike (1967) bahwa
membaca merupakan proses berfikir atau bernalar. Dari itu untuk menjadikan
seseorang tumbuh dengan sejuta pengalaman dan kaya akan pengetahuan dan
informasi maka seseorang harus memperbanyak membaca. Karena dengan membaca seseorang
akan dapat memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu,
dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu.
Daftar
Pustaka:
Abdurrahman,
M. (2012). Anak Berkesulitan Belajar: Teori, Diagnosis, dan Remidiasinya.
Jakarta: RINEKA CIPTA
0 komentar:
Posting Komentar