Senin, 01 Desember 2014

Published on Sep 16, 2014
ᴴᴰ Upin Ipin 2014 Terbaru - Cari Dan Simpan Full Movie Mp4HD,ᴴᴰ Upin Ipin 2014 Terbaru - Cari Dan Simpan Full Movie Mp4HD,ᴴᴰ Upin Ipin 2014 Terbaru- Warna Warni Bahagian 1&2,ᴴᴰ Upin Ipin 2014 Terbaru- Gong xi Fa Cai
Sejarah Upin dan Ipin

Ide postingan ini berawal ketika saya sign out dari akun Email Yahoo. Dan saya lihat ada artikel tentang artikel Upin dan Ipin. Ternyata serial film animasi Upin dan Ipin diproduseri oleh mantan mahasiswa ITB. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel dibawah ini yang saya copy paste dari Yahoo (Diposting Oleh Fajar Anugrah Putra).

Siapa yang tak kenal serial animasi asal Malaysia ‘Upin & Ipin’? Ceritanya yang sederhana, mendidik dan menjunjung etika sopan santun, menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak, bahkan orang dewasa di Indonesia. Tapi apakah anda mengetahui kalau kisah dua bocah gundul itu ternyata diproduseri oleh seseorang yang pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB)?

Namanya Burhanudin Radzi pria yang kini usianya di atas 50 tahun tersebut pernah menimba ilmu jurusan Teknik Perminyakan di ITB sekitar tahun 1980-an. Namun ia hanya kuliah selama 1,5 tahun hingga akhirnya memutuskan pindah karena alasan pribadi.

Burhan, demikian ia biasa dipanggil, memiliki Les’ Copaque, perusahaan yang bergerak di bidang animasi, kreatif dan film. Bersama istrinya Ainon Bte Ariff dan sejumlah stafnya, mereka menciptakan kisah dan karakter untuk seial ‘Upin & Ipin’ sekitar empat tahun lalu.

Awal Mula Sejarah Upin dan Ipin photo credit: dr.eM

“Karena kami semua suka anak-anak, peduli anak-anak,” jelas Ainon saat diwawancara di Kafe Pisa Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2010).

Ainon bukan hanya ikut menulis cerita, ibu empat anak dan nenek satu cucu ini juga mengisi suara di ‘Upin & Ipin’. Sebagai?

“Sebagai Opa, neneknya Upin & Ipin,” imbuhnya tersenyum.

Karakter Opa dikenal sebagai sosok nenek yang santun, penyayang dan juga penuh perhatian. Kebetulan sifat Ainon mirip dengan Opa. Ia mengaku sering mengasuh cucunya dan aktif di kegiatan sosial untuk anak-anak.

Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ dimulai ketika mengikuti Festival Film Cannes di Perancis empat tahun lalu. Burhan dan Ainon mengirimkan cuplikan gambar ‘Upin & Ipin’ ke ajang bergengsi tersebut.

Melihat ‘Upin & Ipin’ eksis di Festival Cannes, sejumlah televisi Malaysia pun tertarik untuk membeli hak siarnya. “Yang beli akhirnya TV 9 Malaysia,” tutur Ainon.

Kesuksesan serial tersebut merembet ke sektor bisnis lainnya. Kini ‘Upin & Ipin’ tak hanya mondar mandir di televisi. Sejumlah kafe dengan menggunakan ‘Upin & Ipin’ pun didirikan sekitar setahun lalu.

“Kami punya kafenya ada di daerah Shah Alam juga di Putra Height,”

Kafe-kafe tersebut menjual makanan dengan menu unik seperti ‘Nasi Goreng Opa’ atau ‘Ayam Goreng Upin’

Mendapat sambutan dan pujian yang luar biasa dari publik Malaysia, ‘Upin & Ipin’ pun diekspor. Tercatat Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menjadi stasiun televisi yang menyiarkan ‘Upin & Ipin’ di tanah air.

Kesuksesan ‘Upin & Ipin’ tidak hanya di dua negara serumpun, sejumlah perusahaan internasional juga mulai melirik, seperti Disney Channel.

“Mereka datang ke kami sekitar pertengahan 2010. Lalu kami sepakat,” tambahnya.

Tapi tak semua peminat ‘Upin & Ipin’ beruntung membeli hak siarnya dari Les’ Copaque. Sejumlah televisi asal Timur Tengah pernah mengajukan tawaran.

“Mereka kaya-kaya, tapi menawarkannya kok murah. Kami tak mau,”celetuk Ainon.

Indonesia diakui Ainon sebagai tempat yang spesial untuk dirinya juga sang suami. Mereka bahkan berencana membuat cerita ‘Upin & Ipin’ dengan mengikutsertakan karakter khas Indonesia, ‘Unyil’.

Seperti apa nantinya. Ainon yang duduk sebagai Creative Content Director di Les’ Copaque masih merahasiakannya. Ainon hanya berharap jika nanti ‘Upin & Ipin’ bermain bersama Unyil dalam satu layar, pihaknya tak ingin dituduh membajak karakter ‘Unyil’.

“Kami tak ingin disebut mencuri, makanya nanti ceritanya juga harus hati-hati,” tandasnya.

‘Upin & Ipin’ diproduksi sebanyak 42 episode setiap tahunnya. Serial itu hanya diputar di Malaysia setiap libur sekolah, berbeda dengan di Indonesia. “Di kami hanya ketika anak-anak cuti sekolah, selama tiga bulan saja,” jelas nenek 52 tahun itu.

Setelah meraih prestasi di Malaysia dan Indonesia lalu masuk ke Disney Channel, Les ‘Copaque bersama sejumlah konsorsium akan membuat Taman Impian Upin & Ipin (TIMPA). Tak hanya itu film ‘Laksmana Upin Ipin’ direncanakan tayang tahun 2012.

Kini ada sekitar sembilan orang yang menjadi pengisi suara karakter inti ‘Upin & Ipin’, termasuk Ainon. Untuk karakter Upin dan Ipin, suaranya diisi satu orang, seorang gadis berusia sembilan tahun. “Namanya Putri Asyila,” tandas Ainon.



Sumber :
youtube

Selasa, 21 Oktober 2014

Air Mata Pulau Hantu

Rina Hartatik
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Saya adalah gadis yang di lahirkan di pulau Giliyang. Disini saya akan mengisahkan sedikit tentang pulau yang sering dikatakan Pulau Hantu. Bermula dari kisah seorang Ulama’ yang mewakafkan dirinya untuk membobot Giliyang menjadi sebuah pulau yang damai, sejahtera dan jauh dari gangguan para penjajah yang waktu itu disebut dengan Lanun. Pulau yang dulunya bernama Pulau Sere Elang itu sekarang sudah menjadi Pulau Giliyang. Giliyang merupakan salah satu kepulauan yang berada di Kabupaten Sumenep yang memiliki objek wisata dengan oksigen terbaik kedua sedunia. Dengan kenyataan itu, bersyukurlah warga yang tinggal di Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep Madura. Karena dari hasil penelitian tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN akhir Juli 2006 lalu, yang kemudian dilakukan kaji ulang pada 27 Desember 2011 lalu oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) Sumenep dan Jatim serta pihak Bappeda menunjukkan bahwa Pulau Giliyang satu-satunya pulau yang mempunyai oksigen terbaik di dunia sehingga sangat tepat bila kawasan itu dijadikan wisata kesehatan (Kabar Madura, 2012).
Untuk menuju Pulau Giliyang tidak sesulit seperti yang kita bayangkan. Berawal dari pelabuhan Dungkek nyebrang laut dengan menggunakan jasa perahu rakyat yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai transportasi laut setiap hari. Kondisi ombak yang bersahabat membuat warga setempat merasa aman beraktivitas. Warga yang menggunakan jasa transportasi perahu rakyat hanya dikenakan biaya sebesar Rp10.000 per orang selama kurang lebih 1 jam. Setelah tiba di Pulau Giliyang pemandangan dan suasananya berbeda. Selain airnya yang jernih dan kebiruan ditimbang air yang berada di pelabuhan dungkek, di Giliyang juga udaranya lebih sejuk karena disana mempunyai kadar Ogsigen terbaik kedua sedunia. Dari hasil penelitian Pulau Giliyang memiliki potensi alam yang sangat berguna bagi kesehatan.
Di pulau Giliyang terdapat 2 Desa, yaitu Desa Banraas dan Desa Bancamara. Dimana dalam masing-masing Desa tersebut terdapat beranekaragam wisata yang sangat menakjubkan diantaranya Ropet (pantai yang panoramanya sangat indah), Gua Air, To Cangghe (Batu Kundang) dan banyak wisata lain yang sangat mendukung untuk menjadikan Giliyang itu sebagai Pualu yang berpanorama indah. Giliyang juga merupakan Pulau kecil yang dikelilingi laut, maka dari itu kebanyakan penduduk Pulau Giliyang pekerjaannya manjadi Nelayan.
Batu Canggah
Beralih kepada kebudayaan di pulau saya tersebut, disana nikah muda merupakan salah satu kebudayaan yang terdapat di Pulau Giliyang. Banyak anak yang baru lulus SD, SMP, dan bahkan anak yang belum lulus SD pun sudah di nikahkan. Jika umurnya sudah sekitar 19.an tahun masih belum mempunyai pasangan maka mereka (para penduduk) yang berada di Pulau Giliyang akan mengatakan bahwa orang tersebut tidak laku. Dan hal yang seperti itu yang menjadikan para orang tua dari anak cenderung menjodohkan anaknya sejak masih usia dini. Berbicara masalah sistem perjodohan yang ada di Pulau Saya tersebut mengingatkan saya pada kejadian 3 tahun yang lalu, dimana waktu itu awal pertama saya mengenal dengan yang namanya paksaan. Paksaan karena harus menerima orang yang sama sekali tidak saya kenal sebagai tunangan saya. Hal yang menjadi beban buat saya bukan karena saya di tunanganin waktu usia dini, tapi karena satu alasan yaitu takut saya harus berhenti mengenyam pendidikan karena masalah tersebut. Tapi tuhan itu maha mendengar, maha tahu apa yang menjadi keinginan hamba-hambanya. Akhirnya saya putus dengan tunangan saya, disitu juga awal saya merasakan kebebasan.
Kalau dilihat dari sisi wisata kesehatan, Pulau saya itu tidak ada duanya di seluruh dunia. Kalau promosi dan fasilitas pendukung sudah bagus, bukan tidak mungkin akan banyak turis asing yang mencari Pulau saya tersebut. Selain harus memperbaiki sarana pelabuhan yang ada di pulau tempat saya itu semua infrastruktur juga harus dibangun. Seperti yang telah saya ketahui bahwa hampir semua jalan utama di Pulau saya tersebut dalam keadaan rusak. Meskipun sudah diaspal, jalan-jalan utama ini cepat mengelupas dan berganti menjadi jalan berbatu. Selain itu ada lagi hal yang sangat menykitkan yaitu karena penduduk ditempat saya hanya mengandalkan dua pembangkit listrik yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). PLTD itupun yang dikelola oleh swasta hanya menyediakan lampu selama 6 jam sehari semalam yaitu dari pukul 18.00 sampai 00.00. Sayangnya PLTB sudah tidak berfungsi lagi, meskipun kincir angin pembangkit listrik di pulau tempat kelahiran saya tersebut masih ada sampai sekarang. Enam buah tower penyangga kincir angin juga masih berdiri kokoh. Entah kenapa kini kincir angin itu tidak difungsikan lagi dan penduduk hanya berharap pada PLTD. Ketika terdapat permasalahan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel itu maka terpaksa seluruh penduduk Pulau Giliyang, baik itu Desa Bancamara ataupun Desa Banraas harus menggunakan “Damar Conglet” dalam istilah maduranya. Yang mana damar conglet itu hanya mampu menerangi tempat sekitar 1 meter saja.
Sejarah tentang Giliyang yang dinamakan Pulau Hantu itu karena sebelum masuk pembangkit listrik PLTD dan PLTB, pulau kelahiran saya tersebut adalah pulau yang sangat menyeramkan. Kenapa bsaya mengatakan seperti itu ? Karena hampir keseluruhan penduduk Giliyang tidak menggunakan lampu yang ada hanya Damar Conglet pada waktu itu, kelihatannya sangat menyeramkan karena cahaya lampu hanya ada ketika kita melihat rumah-rumah orang kaya saja. Seandainya pulau saya tersebut bisa mengeluarkan air mata layak manusia, maka saya yakin pulau saya adalah pulau yang sangat banyak mengeluarkan air mata ketimbang wilayah-wilayah lainnya jika melihat daerahnya yang kurang diperhatikan oleh mereka yang seharusnya membangun dan menyamaratakan fasilitas di pulau saya itu dengan daerah perkotaan yang ada di Negeri Indonesia ini.

Membentuk Keberhasilan dengan Membangun Citra Diri Positif

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Sebelum saya memasuki pembahasan yang lebih menjabar mengenai citra diri, terlebih dahulu saya akan menyinggung tentang pengertian mengenai citra diri itu sendiri. Cremer dan Siregar, 1993:143-145 (dalam Shinta, 2002) mendefinisikan citra diri sebagai gambaran mengenai diri sendiri. Dari pengertian yang diberikan oleh ilmuan diatas itu saya sedikit menambahkan tentang definisi citra diri. Yang mana menurut saya citra diri merupakan pembenahan diri untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki setiap kekurangan sehingga menghasilkan suatu tujuan atau tingkah laku guna mencapai sebuah kesuksesan. Jadi menurut pengertian diatas kesadaran akan kelemahan dan kelebihan seseorang itu sangatlah penting untuk kemajuan yang akan individu tersebut dapatkan. Untuk mencapai sebuah hasil yang memuaskan atau lebih krennya disebut kesuksesan maka langkah pertama yang harus kita lakuakan adalah menyadari terhadap apa yang kita miliki, baik itu kelebihan maupun kekurangan karena dengan semua itu akan tumbuh yang namanya pembenahan diri. Untuk hidup yang sukses, kita harus membangun citra diri yang positif, yaitu kita harusnya senantiasa menggambarkan diri sendiri sebagai orang yang sukses, merasakan di dalam hati kesuksesan itu, dan berperilaku seolah-olah kita telah sukses. Ini yang seharusnya kita tanamkan dalam pikiran kita, sehingga terukir dan mengakar pada pikiran kita. Dan tentunya setiap hari harus kita sirami dengan keyakinan. Bukan malah membandingkan diri kita dengan orang lain, karena hal tersebut secara tidak langsung akan memicu kita terhadap hal yang telah banyak berdampak negatif. Misalnya Ketika seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain, satu hal yang pasti ia tidak akan menemukan perbandingan yang sama. Ketika ia menemukan orang lain lebih rendah darinya, timbul sikap angkuh dan sombong serta cepat puas. Sebaliknya, ketika ia menemukan dirinya lebih rendah, ia akan merasa inferior (rendah diri) dan tidak mampu memaksimalkan potensi terbaik dirinya.
Dari pembahasan diatas saya memprediksikan bahwa ketika kita memmbandingkan diri kita dengan orang lain, maka sebenarnya kita tidak menjadi diri kita sendiri, tidak menciptakan kekreativan baru yang mengarah pada sebuah keberhasilan.
Untuk pengendalian terhadap permasalah dari prediksi tersebut ialah sebaiknya hal yang harus kita lakukan untuk menciptakn sebuah kesuksesan ialah mencontoh mereka (orang-orang yang patut di contoh) karena dengan mencontoh seseorang tersebut akan mengarah pada yang lebih baik, bukan membandingkan diri kita dengan orang lain. Patut kita ingat bahwa konsep kesuksesan bukanlah membandingkan prestasi kita dengan orang lain melainkan membandingkannya dengan pencapaian kita sebelumnya.

Daftar Pustaka :
Shinta, A. (2002), Pengantar Psikologi Sosial Edisi Kedua Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45



Kalau Mau Menolong Kenapa Harus Pamrih ?

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
yogyakarta
Menolong merupakan salah satu perilaku yang termasuk dalam kategori perilaku prososial. Yang di maksud perilaku prososial yaitu suatu tindakan yang oleh masyarakat dianggap sebagai menguntungkan orang lain serta berdampak sosial yang positif (dalam Shinta, 2002). Sedangkan arti dari menolong sendiri adalah membantu meringankan beban/penderitaan orang lain dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Tolong menolong juga perlu dilakukan dalam hidup, karena manusia tidak mungkin hidup sendiri dan tidak membutuhkan pertolongan dari orang lain, bahkan dari hewan sekalipun. Buktinya manusia membutuhkan pertolongan hewan dan tumbuhan, terlihat dari adanya beberapa kegiatan: kuda sebagai tunggangan untuk mengantarkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya, memberikan pupuk untuk mendapatkan asupan oksigen, bunga yang cantik dan tanaman yang bermanfaat. Kepada hewan dan tumbuhan saja harus tolong menolong apalagi kepada manusia, tentu tolong menolong harus dilakukan. Ada saatnya kita menerima pertolongan dari orang lain dan ada kalanya pula kita harus memberi pertolongan kepada orang lain, sehingga saling melengkapi. Pertanyaannya sekarang, “kalau mau menolong kenapa harus pamrih?”.
Tolong menolong pada dasarnya harus dilandasi dengan ketulusan dan tidak ada pengharapan untuk mendapatkan balasan dari orang yang ditolong. Tapi ternyata tidak semua orang dapat melakukannya, terlebih di jaman sekarang di mana orang saling curiga, saling menjilat, dan saling menjatuhkan. Menjadi hal yang akhirnya dianggap biasa, kalau menolong hanya untuk mengharapkan suatu saat orang yang ditolong, esok harinya akan membalas menolong dirinya kembali. Kata lainnya adalah menolong dengan pamrih.
Menolong dengan pamrih sudah sering didengar banyak dilakukan. Orang yang pernah menolong dengan pamrih dapat mengeluarkan kalimat yang bisa membuat orang yang pernah ditolong menjadi tidak enak dan sungkan. Sehingga orang yang pernah ditolong merasa hutang budi dan akhirnya bersedia menolong gantian. Kalimatnya seperti ini: “mbak kan pernah saya tolong beberapa kali, sekarang bantulah saya” atau “ayolah gantian bantulah saya kali ini”, atau “tapi lain kali tolong saya dibantu juga” dan sebagainya. Kalimat yang terkesan baik dan sopan namun sesungguhnya ada maksud terselubung (pamrih) di dalamnya,
Jika dalam perilaku baik yang berupa tolong menolong terselubungi dengan rasa yang kurang ikhlas, maka dapat di prediksikan bahwa perilaku baik tersebut akan menghasilkan sesuatu yang berdampak negative, seperti : timbulnya perselisihan, kebencian bahkan akan memutuskan hubungan silaturahmi dan hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin. Tentu sangat disayangkan kalau sampai hal tersebut terjadi.sebagai bentuk pengendalian untuk menghindarinya, mulai sekarang kalau hendak menolong janganlah pamrih. Lakukan seikhlas mungkin, bahkan sebisa mungkin dilupakan kalau sudah pernah melakukan kebaikan. Percaya, kalau bersedia menolong orang lain, pasti ketika kita membutuhkan pertolongan pasti ada saja jalannya untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun pertolongan itu tidak berasal dari orang yang sudah pernah kita tolong.





Daftar Pustaka :

Shinta, A. (2002). Pengantar Psikologi Sosial Edisi Kedua. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45.


Peran, Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Guru

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
yogyakarta
Guru merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru .Guru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa. Dalam hal ini saya akan menceritakan kisah saya selama saya duduk di bangku SMP dulu. Dulu saya merupakan siswa yang tidak memiliki pendirian, tidak mampu mempertimbangkan apa yang menjadi pendapat orang lain khususnya nasehat seorang guru. Saya menganggap guru itu adalah malaikat yang tidak memiliki kesalahan setiap perkataannya adalah wahyu. Akan tetapi kesalahan itu baru tampak sekarang bahwa sekalipun seorang guru pasti mengalami yang namanya salah. Sekalipun demikian niat seorang guru bukan untuk menyesatkan kita sebagai anak didiknya. Selain tugas dan tanggung jawab yang baik, seorang guru juga memiliki niat yang mulya untuk menciptakan pemikiran dan sikap yang baik terhadap anak didiknya. sebagaimana yang telah dipaparkan dalam buku (psikologi umum) bahwa salah satu peran seorang guru adalah petugas kesehatan mental (mental hygiene worker) yang bertanggung jawab terhadap pembinaan kesehatan mental khususnya kesehatan mental siswa (Dr. Moh. Surya, Dr. Rohman Natawidjaja, 1994: 6-7).
Setiap pembahasan mengenai seorang guru, akan menimbulkan prediksi yang baik bahwa seorang guru akan selamanya di kenang dan di hormati oleh orang yang telah diajarinya. Tidak mungkin ada orang yang hebat, orang yang terpopuler kalo disitu tidak ada peran dan motivasi dari seorang guru. Jadi penulis menyarankan untuk senantiasa menspesialkan guru karena bagaimana kita memperlakukan guru itu juga merupakan bagaimana cara kita memperlakukan masa depan.

Daftar Pustaka :
Uman, U, M. (2001). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Shinta, A. (2002). Edisi Kedua. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45.

Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Pemberian bantuan menyelesaikan masalah gangguan jiwa, atau sering disebut konsultasi jiwa dan istilah lainnya disebut konseling, akhir-akhir ini telah menjadi salah satu pelayanan yang sangat dirasakan perlu dan penting di Negara kita ini.
Makna dari konseling sendiri adalah suatu proses yang berorientasikan belajar, yang dilakukan dalam lingkungan sosial yang sederhana dari orang ke seorang dimana seorang konselor yang berwenang secara professional dalam pengetahuan dan keahlian psikologis mencoba membantu klien dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan klien dan dalam hubungan dari program personalia untuk mengetahui lebih banyak mengenal diri klien untuk belajar bagaimana menggunakan pengertiannya dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan secara wajar dan dihayati secara lebih jelas hingga akhirnya klien dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif dan bahagia (Gustad, 1953).
Jika kita simpulkan dari definisi Gustad diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagaimana yang telah dicantumkan di buku, bahwa ciri-ciri konseling itu adalah sebagai berikut :
a.    Interaksi antara klien dan konselor. Dalam hal ini saya akan menjelaskan mengenai interaksi antara guru dan siswa dan orang tua siswa.
b.    Datangnya klien karena disebabkan frustasi, misalnya orang tua yang mendatangi guru BK, untuk menanyakan perkembangan anaknya di sekolah, karena anaknya telah mengalami penurunan prestasi.
c.    Seorang konselor harus orang yang berpengetahuan dan professional dalam bidang konseling. Sudah jelas dalam contoh yang akan saya jelaskan, guru BK di sekolah SD dari siswa tersebut adalah lulusan S1 Bk.
d.    Tujuan konseling menolong klien untuk menerima kenyataan yang ada sekaligus mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Guru menjadi konselor atas permasalahan siswa tersebut karena untuk menolong perkembangan siswanya kedepannya.
e.    Dalam proses konseling harus bahan pembicaraannya seharusnya lebih mengarah pada hal-hal yang positif. Dari beberapa masalah yang di hadapi siswa kelas V, guru BK sebagai konselor senantiasa memberikan pengarahan dan pendekatan agar membangkitkan semangat siswanya berkobar kembali. Selain itu konselor juga memberi arahan kepada orang tua siswa untuk memperketat pergaulan anaknya agar tidak menggangu aktivitas belajar anaknya tersebut.
Berkaitan dengan penyajian materi layanan Konseling Perorangan, pada kesempatan ini saya menjelaskan tentang masalah-masalah siswa yang mungkin masih bisa ditangani oleh Guru Kelas, prosedur penanganan siswa bermasalah dan beberapa teknik umum layanan konseling perorangan beserta pengadministrasiannya.
Sesungguhnya, proses pendidikan di SD selama ini memang sudah sangat kental dengan warna bimbingan, melalui sistem pola asuhnya yang khas antara Guru Kelas dengan siswanya. Misalnya, menginformasikan tentang kelanjutan studi, melatih kebiasaan belajar yang baik, mengatur posisi duduk siswa, dan sebagainya, baik dilaksanakan secara perorangan, ataupun kelompok. Dengan demikian, aplikasi konsep Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar pada dasarnya bukan hal yang baru. Dalam konteks ini yang perlu ditingkatkan adalah segi intensitas dan kualitas pelayanannya serta dapat lebih fokus pada upaya pencapaian tugas-tugas perkembangan siswa.
Pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Contoh, Bunga adalah siswa kelas V SD yang berumur 11 tahun, Bapaknya adalah seorang pensiunan Gudang Garam, Ibunya buka warung di rumah. Dia adalah anak keempat dari 4 bersaudara. Dia termasuk anak yang pandai. Dia merupakan salah satu anak yang mengalami penurunan prestasi belajar. Pada saat kelas 1 dia mendapat peringkat 1 di kelasnya berlanjut sampai kelas 3 tapi pada saat kelas 4 dia mengalami penurunan prestasi, menjadi peringkat 10 besar sampai kelas 5 sekarang ini. Dari penurunan prestasi belajar tersebut, orang tua Bunga sudah menganjurkan kepada Bunga agar bersedia mengikuti les tapi Bunga mengeluh karena tempat les yang dianjurkan oleh orang tuanya tersebut melewati atau menyeberang jalan raya dan Bunga juga meminta agar dia dicarikan tempat les lain yang lebih dekat, lebih nyaman, dan tidak perlu menyeberang jalan raya. Dan timbul satu permasalahan lagi, yaitu ketika belajar, Bunga tidak pernah mau belajar di luar kamar, dia selalu belajar di dalam kamar. Dan ketika dicek oleh orang tuanya, dia memang sedang belajar. Namun pertanyaanya, apakah Bunga benar-benar belajar, ataukah dia hanya berpura-pura belajar dan melakukan hal lain di luar pengawasan orang tuanya??
Tapi disisi lain, berdasarkan informasi dari guru Bunga, sikap Bunga saat di kelas:
a.      Baik
b.      Aktif bertanya jika kurang jelas
c.      Aktif menjelaskan kepada teman-temannya
d.      Nyambung saat diajak berbicara
e.      Tapi juga kurang teliti

  Dari keterangan yang telah berhasil penulis kumpulkan, penulis memperkirakan bahwa masalah yang dihadapi oleh Bunga bersumber dari dalam diri Bunga sendiri. Sebenarnya Bunga itu siswa yang pandai tetapi dia kurang bisa mengontrol dirinya. Perkiraan ini penulis buat karena dari pihak keluarga, Bunga telah dididik dengan baik. Kemungkinan Bunga mengalami kejenuhan terhadap cara belajar, dan materi pelajaran di sekolahnya, disamping itu Bunga juga telah mengalami ketertarikan terhadap lawan jenisnya.
Setelah melakukan diagnosis, sebagai pengendalian seharusnya konselor melakukan pendekatan kepada Bunga dan berusaha memberikan motivasi untuk mengembalikan semangat belajarnya, serta memberi arahan kepada orang tuanya agar sedikit mengurangi kebebasan Bunga untuk terlalu sering bermain.
Beberapa kemungkinan apabila masalah-masalah yang dihadapi Bunga bisa diselesaikan, yaitu:
a.    Bunga akan kembali bersemangat dalam belajar
b.     Prestasi Bunga kembali meningkat
c.    Bunga akan lebih berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran




Daftar Pustaka :

Sudarman. (1988). Psikologi Konseling. Yogyakarta : Percetakan Studing.
     




Mengatasi Emosi dan Marah yang Berlebihan

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
yogyakarta
Chaplin berpendapat bahwa definisi mengenai emosi cukup bervariasi yang dikemukakan oleh para ahli psikologi dari berbagai orientasi. Namun demikian dapat dikemukakan atas general agreement bahwa emosi merupakan reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat.
Salah satu pengendali kematangan emosi adalah pengetahuan yang mendalam mengenai emosi itu sendiri. Banyak orang tidak tahu menahu mengenai emosi atau besikap negatif terhadap emosi karena kurangnya pengetahuan akan aspek ini. Seorang anak yang terbiasa dididik orang tuanya untuk tidak boleh menangis, tidak boleh terlalu memakai perasaan akhirnya akan membangun kerangka berpikir bahwa perasaan, memang sesuatu yang negatif dan oleh karena itu harus dihindari.
Emosilah yang seringkali menghambat orang tidak melakukan perubahan. Ada perasaan takut dengan yang akan terjadi, ada rasa cemas, ada rasa khwatir, ada pula rasa marah karena adanya perubahan. Hal tersebut itulah yang seringkali menjelaskan mengapa orang tidak mengubah polanya untuk berani mengikuti jalur-jalur menapaki jenjang kesuksesan. Hal ini sekaligus pula menjelaskan pula mengapa banyak orang yang sukses yang akhirnya terlalu puas dengan kondisinya, selanjutnya takut melangkah. Akhirnya menjadi orang yang gagal. 
Emosi itu pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu emosi positif dan emosi negatif. Contoh emosi positif adalah bahagia, damai, tenang dan perasaan positif lainnya. Sedangkan contoh emosi negatif adalah marah, sedih, benci, jengkel, atau perasaan yang dapat mengganggu lainnya. Pada dasarnya semua orang tentu harus memiliki emosi positif ataupun negatif, hanya saja pada proses kehidupan kita, kita harus lebih mengembangkan emosi positif dan mengelola emosi negatif agar tidak merusak.
Menurut Ekman dan Friesen (Carlson, 1987) bahwa emosi ada rules yaitu: masking, madulation, dan simulation. Disini saya akan mengambil contoh dari modulation yang menjelaskan bahwa orang tidak dapat meredam secara tuntas mengenai gejala kejasmaniannya, tetapi hanya dapat mengurangi saja. Contoh, seorang anak dengan suasana hati tidak tenang, akan menolak untuk makan bersama keluarga, walaupun disajikan makanan yang sangat enak. Demikian juga, jika siswa mengikuti pembelajaran di kelas dengan ‘hati yang tidak tenteram’. Kosentrasi siswa tersebut besar kemungkinan akan terganggu sehingga materi pelajaran menjadi tidak bermakna, bahkan ia cenderung ingin segera pelajaran berakhir. Siswa seperti ini ingin segera bermain atau beraktifitas tanpa suatu aturan, beraktifitas secara tidak formal. Karena dengan demikian, ia akan merasa bebas dari suasana hati yang kacau. Akan tetapi sekalipun kejadiannya seperti itu anak tersebut tidak akan menampakkan kejengkelannya pada guru pengajar.
Tak terhitung lagi orang yang merasa menyesal karena mereka tidak bisa mengendalikan amarahnya. Biasanya, orang yang tidak dapat mengendalikan amarah, cenderung melukai perasaan orang lain, dan bahkan melukai secara fisik. Sebagai bentuk pengndaliannya penulis memberikan solusi bahwa semua orang pasti mengalami yang namanya emosi, tapi disitu kita harus memiliki control diri yang kuat sehingga  tidak menyakiti orang lain terutama orang terdekat kita. Pikir lagi konsekuensi dari amarahmu. Bereaksi-lah terhadap masalah dengan tegas tanpa mengurangi arti sebenarnya dari kata-katamu. Jika kamu sudah terlanjur mengeluarkan amarahmu secara berlebihan, minta maaflah dengan tulus, dan katakan tujuanmu yang sebenarnya
Daftar Pustaka :
Walgito, B. (2002). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: penerbit ANDI OFFSET.


“ Levels of Personality Analysis ”

Rina hartatik
13.310410.1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakrta

Pembahasan mengenai kepribadian merupakan pembahasan paling menarik selama saya menulis artikel di kelas Psikologi Umum ini. Dala kesempatan kali ini, pertama saya akan membahas mengenai persepsi antara orang awam dan ilmiyah mengenai kepribadian itu sendiri. Orang awam mendefinisikan kepribadian itu sebagai topeng atau suatu sifat dan penampilan yang indah dinilai oleh norma sosial. Sedangkan kepribadian secara ilmiah adalah karakter individu yang membedakan antara individu satu dengan individu yang lainnya. Allport 1961(dalam King, L. A. 2010) juga mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikho phisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Jadi cara individu bertingkah laku terhadap lingkungan sekitar, yang terlihat dari kebiasaan2 berpikir, sikap, minat, & pandangan hidup yang khas itulah yang dikatakan sebagai personality.
Jika kita simpulkan dari berbagai pengertian mengenai kepribadian diatas maka kita akan memahami bahwa kepribadian itu merupakan salah satu penentu yang khas atas perilaku setiap individu, yang sehingganya kita dapat membedakan antara individu yang satu dengan individu lain. sesuai dengan judul artikel saya “ Tingkat Analisis Kepribadian “ disitu menerangkan bahwa dalam beberapa hal kita sama dengan semua orang. Sebagai bukti, sekarang kita berada di kelas ini karena kita mempunyai keinginan yang sama yaitu ingin memperluas pengalaman kita mengenai mata kuliah Psikologi Umum.  Dalam hal yang seperti ini kita sama-sama didorong oleh keinginan yang besar, akhirnya kita mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, masuk tepat waktu, dan kita juga sama-sama mendengarkan penjelasan dosen. Walaupun demikian, tidak selamanya kita adalah pribadi yang sama karena Dalam beberapa hal kita sama dengan beberapa / sebagian orang. dalam tingkatan analisis kepribadian ini lebih mengkelompokkan tidak bersifat umum seperti tingkatan anlisis yang pertama. Misalnya seorang ekstrover pada suatu pesta besar akan merasa lebih bahagia daripada seorang yang berkepribadian introver pada pesta yang sama, namun keduanya tidak akan berbeda kebahagian selagi menghadiri suatu kelas untuk mendengarkan kuliah. Penjelasan temperamental keduanya mengatakan bahwa extroversion dan efek positif sangat terkait bahkan dalam situasi netral. Penjelasan ini menyatakan bahwa oranng-orang ekstrover membawa segembok suasana hati kemanapun dia pergi dan apapun yang dia lakukan (Lucas, 2007). Jadi kita yang senantiasa membawa suasana hati kemanapun kita pergi dan apapun yang kita lakukan, dan ketika hal itu juga terdapat pada diri orang lain maka disitu kita sama dengan sebagian orang yang berkepribadian ekstrover. Pembahasan mengenai tingkatan yang pertama dan yang kedua sudah kita bahas diatas, sekarang tinggal pembahasan yang ketiga yaitu dalam beberapa hal, kita tidak sama dengan semua orang à kita adalah pribadi yang unik. Pembahasan yang terakhir ini lebih spesifik dari pada tingkatan analisis yang pertama dan yang kedua. Kata unik berartimenggambarkan bahwa setiap individu mempunyi cirri khas masing-masing. sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Tidak ada individu yang berkepribadian sama, karena tidak ada juga individu yang bertingkah laku sama. Sebagai contoh dari tingkatan analisis yang ketiga ini ialah seorang sastrawan yang sering menyendiri yang dianggap aneh oleh banyak orang tetapi dia merasa nyaman dengan  perilakunya yang aneh tersebut, nah perilaku itulah yang menjadikannya unik karena dengan perilakunya tersebut dia akan beda dengan yang lainnya.
Dari pembahasan diatas penulis memprediksikan bahwa apabila kita menemukan seseorang yang berperilaku berbeda dengan perilaku kebanyakan orang atau sekelompok orang jangan menganggap kalau orang tersebut sedang mengalami kelainan jiwa “stress” akan tetapi itulah keunikan yang dimiliki oleh orang tersebut. Dan apabila kita menjumpai seseorang yang tidak konsisten dalam menyikapi situasi yang berbeda-beda, dengan kejadian yang seperti itu jangan langsung memvonis bahwa orang tersebut bertopeng atau berperilaku palsu melainkan orang tersebut menyesuaikan perilakunya agar sesuai dengan situasi tertentu. Sebagai pengendalian permasalahan dari prediksi diatas penulis menyumbangkan teori Mischel (1968) yang mengatakan bahwa kepribadian bervariasi sepanjang situasi. Dan juga teori Allport (1961) yang  mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikho phisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.


“Pentingnya Kesiapan dan Kematangan Belajar Anak”

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
yogyakarta
Istilah pertumbuhan dan “perkembangan” sering digunakan secara bergantian. Dalam kenyataannya, kedua isilah itu berbeda, walaupun dapat dipisahkan namun keduanya tidak berdiri sendiri. Pertumbuhan berkaitan dengan peningkatan ukuran dan struktur. Dan sebaliknya, perkembangan berkaitan dengan perubahn kualitatif dan kuantitatif. Perkembangan dapat didefinisikan sebagai rangkaian progresif dari perubahan yang teratur. “progresif” menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing untuk maju. “teratur” menunjukkan adanya hubungan nyata antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului maupun yang akan mengikutinya.
Dalam buku di jelaskan bahwa faktor internal dan faktor eksternal akan dapat mempengaruhi kecepetan dan sifat atau kualitas perkembangan, (Elizabeth B. Hurlock). Tetapi sejauh mana pengaruh masing-masing faktor sukar untuk ditentukan. Dan salah satu faktor umum yang akan menjadi pembahasan dalam penulisan artikel ini ialah “Intelegensi”. Intelegensi merupakan faktor yang penting dalam perkembangan. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh perkembangan yang cepat, sebaliknya jika kecerdasan rendah, maka anak akan terbelakang dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Sebelum perekembangan anak siap untuk melakukan sesuatu, mereka tidak dapat belajar meskipun diberikan banyak rangsangan. Misalnya bila anak belum siap untuk belajar, maka upaya mengajar guru hanya membuang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Hal itu justru akan menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan, seperti belajar kebiasaan buruk atau tidak ingin belajar. Sebaliknya, jika anak telah siap untuk belajar tapi tidak diijinkan atau tidak di dorong untuk melakukannya, maka minat mereka akan hilang. Kemudian apabila orang tua atau guru memutuskan bahwa telah tiba saatnya untuk belajar, mereka tidak mau lagi berusaha. Menurut Haviaghurst, “ketika badan sudah matang, masyarakat memintanya dan dirinya telah siap untuk menerima tugas tertentu maka saat diajar telah tiba. Usaha pengajaran akan terbuang percuma bila dilakukan sebelumnya dan akan membuahkan hasil yang memuaskan bila dilakukan pada saat yang tepat, ketika tugas memang harus dipelajari”.
Ketika terdapat permasalahan seperti diatas, akan dapat diprediksikan bahwa anak akan mengalami ketidak maksimalan dalam belajar dan ketidak puasan dalam   perolehan belajar ketika masa belajarnya tersebut tidak sesuai dengan kesiapan anak untuk belajar. Maka sebagai pengendalian dalam permasalahan tersebut. Orang tua atau guru sebagai orang yang paling akrab dengan anak harus mengetahui kapan anak tersebut mulai siap untuk belajar. Hal itu dapat di ketahui dengan tiga hal, yaitu :
a.    Minat belajar
b.    Minat yang bertahan
c.    Kemajuan
Jadi, bila berkurangnya minat berlangsung cepat, atau anak tidak menampakkan kemajuan yang cukup meskipun terus berlatih, cukup beralasan untuk mempertanyakan apakah telah tiba saatnya untuk belajar.          

Daftar Pustaka :

Sumanto. (2013). Psikologi Perkembangan Sepenjang Rentang Kehidupan. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana STII Yogyakarta.

“Pentingnya Kesiapan dan Kematangan Belajar Anak”

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
yogyakarta
Istilah pertumbuhan dan “perkembangan” sering digunakan secara bergantian. Dalam kenyataannya, kedua isilah itu berbeda, walaupun dapat dipisahkan namun keduanya tidak berdiri sendiri. Pertumbuhan berkaitan dengan peningkatan ukuran dan struktur. Dan sebaliknya, perkembangan berkaitan dengan perubahn kualitatif dan kuantitatif. Perkembangan dapat didefinisikan sebagai rangkaian progresif dari perubahan yang teratur. “progresif” menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing untuk maju. “teratur” menunjukkan adanya hubungan nyata antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului maupun yang akan mengikutinya.
Dalam buku di jelaskan bahwa faktor internal dan faktor eksternal akan dapat mempengaruhi kecepetan dan sifat atau kualitas perkembangan, (Elizabeth B. Hurlock). Tetapi sejauh mana pengaruh masing-masing faktor sukar untuk ditentukan. Dan salah satu faktor umum yang akan menjadi pembahasan dalam penulisan artikel ini ialah “Intelegensi”. Intelegensi merupakan faktor yang penting dalam perkembangan. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh perkembangan yang cepat, sebaliknya jika kecerdasan rendah, maka anak akan terbelakang dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Sebelum perekembangan anak siap untuk melakukan sesuatu, mereka tidak dapat belajar meskipun diberikan banyak rangsangan. Misalnya bila anak belum siap untuk belajar, maka upaya mengajar guru hanya membuang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Hal itu justru akan menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan, seperti belajar kebiasaan buruk atau tidak ingin belajar. Sebaliknya, jika anak telah siap untuk belajar tapi tidak diijinkan atau tidak di dorong untuk melakukannya, maka minat mereka akan hilang. Kemudian apabila orang tua atau guru memutuskan bahwa telah tiba saatnya untuk belajar, mereka tidak mau lagi berusaha. Menurut Haviaghurst, “ketika badan sudah matang, masyarakat memintanya dan dirinya telah siap untuk menerima tugas tertentu maka saat diajar telah tiba. Usaha pengajaran akan terbuang percuma bila dilakukan sebelumnya dan akan membuahkan hasil yang memuaskan bila dilakukan pada saat yang tepat, ketika tugas memang harus dipelajari”.
Ketika terdapat permasalahan seperti diatas, akan dapat diprediksikan bahwa anak akan mengalami ketidak maksimalan dalam belajar dan ketidak puasan dalam   perolehan belajar ketika masa belajarnya tersebut tidak sesuai dengan kesiapan anak untuk belajar. Maka sebagai pengendalian dalam permasalahan tersebut. Orang tua atau guru sebagai orang yang paling akrab dengan anak harus mengetahui kapan anak tersebut mulai siap untuk belajar. Hal itu dapat di ketahui dengan tiga hal, yaitu :
a.    Minat belajar
b.    Minat yang bertahan
c.    Kemajuan
Jadi, bila berkurangnya minat berlangsung cepat, atau anak tidak menampakkan kemajuan yang cukup meskipun terus berlatih, cukup beralasan untuk mempertanyakan apakah telah tiba saatnya untuk belajar.          

Daftar Pustaka :

Sumanto. (2013). Psikologi Perkembangan Sepenjang Rentang Kehidupan. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana STII Yogyakarta.

Minggu, 29 Juni 2014

Perkembangan Keidupan Beragama Masa Kanak-kanak



Proses perkembangan kehidupan beragama boleh dikatakan cukup unik dibandingkan dengan perkembangan dalam diri manusia yang lain. pengaruh lingkungan, terutama keluarga, memang sangat dominan bagi perkembangan keberagamaan seseoarang. Seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang yang sangat religius akan lebih besar kemungkinannya berkembang lebih religius dibandingkan dengan yang tidak. Terbukti dalam kehidupan sekarang ini, anak yang orang tuanya menganut agama islam maka otomatis anaknya akan ikut menganut agam islam. Begitupun dengan orang tua yang menganut agama Kristen atau yang lain-lain maka anakny akan cenderung mengikuti pemahaman dari orang tuanya. Oleh karena itu Clark (Jalaludin, 2007) menyebutkan salah satu cirri kehidupan beragama pada masa kanak-kanak adalah sifatnya yang imitatif. Artinya anak-anak hanya menirukan apa yang diyakini dan dilakukan oleh keluarga khususnya dalam hal ini orang tuanya.
Perkembangan agama pada masa anak terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil dalam keluarga, disekolah dan dalam masyarakat. Lingkungan banyak membentuk pengalaman yang bersifat religius, (sesuai dengan ajaran agama) karena semakin banyak unsur agama maka sikap, tindakan dan kelakuan dan caranya menghadapi hidup akan sesuai dengan ajarana agama.
Setiap orang tua dan semua guru ingin membina anak agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat dan yang terpuji. Semua itu dapat diusahakan melalui pendidikan, baik yang formal maupun yang non formal. Setiap pengalaman yang dilalui anak baik melalui penglihatan, pendengaran, maupun prilaku yang diterimanya akan ikut menentukan pembinaan pribadinya.
Masa pendidikan di SD merupakan kesempatan pertama yang sangat baik, untuk membina pribadi anak setelah orang tua, sekolah dasar merupakan dasar pembinaan pribadi dan mental anak. Apabila pembinaan pribadi dan mental anak terlaksana dengan baik, maka si anak anak memasuki masa remaja dengan mudah dan pembinaan pribadi dimasa remaja itu tidak akan mengalami kesulitan.
Pendidikan anak di sekolah dasarpun merupakan dasar pula bagi pembinaan sikap dan jiwa agama pada anak. Apabila guru agama di SD mampu membina sikap positif terhadap agama dan berhasil dalam membentuk pribadi dan akhlak anak, maka untuk mengembangkan sikap itu pada masa remaja muda dan si anak telah mempunyai pegangan atau bekal dalam menghadapi berbagai goncangan yang biasa terjadi pada masa remaja. Anak-anak akan bersifat sama sopan dan hormatnya kepada orang lain seperti kita kepada mereka.
Jadi dapat diprediksikan jika anak dibesarkan dilingkungan rumah dimana mereka diperlakukan dengan tidak penuh kewibawaan, dan tingkah laku yang tidak hormat, misalnya seperti bicara kotor di depan anak, mengata-ngatai anak dengan perkataan yang kurang baik. Maka akan besar pengaruhnya terhadap cara mereka memperlakukan orang lain. Disitu akan timbul sifat yang kurang baik dan kurang sopan yang dimiliki dan yang diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari terhadap orang lain.
Sebagai pengendalian atas ketidak baikan sikap anak tersebut, penulis memberikan saran agar orang tua dan guru selaku orang yang paling akrab dengan anak, harus membimbing dan bersikap yang baik terhadap anak. Karena bagaimanapun juga orang tua dan guru merupakan teladan yang selalu dan senantiasa di contoh oleh anak.


Daftar Pustaka :
Subandi, M. A. (2013). Psikologi Agama & Kesehatan Mental. Yagyakarta : PUSTAKA BELAJAR.