Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Sebelum
saya memasuki pembahasan yang lebih menjabar mengenai citra diri, terlebih
dahulu saya akan menyinggung tentang pengertian mengenai citra diri itu sendiri.
Cremer dan Siregar, 1993:143-145 (dalam Shinta, 2002) mendefinisikan citra diri
sebagai gambaran mengenai diri sendiri. Dari pengertian yang diberikan oleh
ilmuan diatas itu saya sedikit menambahkan tentang definisi citra diri. Yang
mana menurut saya citra diri merupakan pembenahan diri untuk mengembangkan kemampuan
dan memperbaiki setiap kekurangan sehingga menghasilkan suatu tujuan atau
tingkah laku guna mencapai sebuah kesuksesan. Jadi menurut pengertian diatas
kesadaran akan kelemahan dan kelebihan seseorang itu sangatlah penting untuk
kemajuan yang akan individu tersebut dapatkan. Untuk mencapai sebuah hasil yang
memuaskan atau lebih krennya disebut kesuksesan maka langkah pertama yang harus
kita lakuakan adalah menyadari terhadap apa yang kita miliki, baik itu
kelebihan maupun kekurangan karena dengan semua itu akan tumbuh yang namanya
pembenahan diri. Untuk hidup yang sukses, kita harus membangun citra diri yang
positif, yaitu kita harusnya senantiasa menggambarkan diri sendiri sebagai
orang yang sukses, merasakan di dalam hati kesuksesan itu, dan berperilaku
seolah-olah kita telah sukses. Ini yang seharusnya kita tanamkan dalam pikiran
kita, sehingga terukir dan mengakar pada pikiran kita. Dan tentunya setiap hari
harus kita sirami dengan keyakinan. Bukan malah membandingkan diri kita dengan
orang lain, karena hal tersebut secara tidak langsung akan memicu kita terhadap
hal yang telah banyak berdampak negatif. Misalnya Ketika seseorang
membandingkan dirinya dengan orang lain, satu hal yang pasti ia tidak akan
menemukan perbandingan yang sama. Ketika ia menemukan orang lain lebih rendah
darinya, timbul sikap angkuh dan sombong serta cepat puas. Sebaliknya, ketika
ia menemukan dirinya lebih rendah, ia akan merasa inferior (rendah diri) dan
tidak mampu memaksimalkan potensi terbaik dirinya.
Dari
pembahasan diatas saya memprediksikan bahwa ketika kita memmbandingkan diri
kita dengan orang lain, maka sebenarnya kita tidak menjadi diri kita sendiri,
tidak menciptakan kekreativan baru yang mengarah pada sebuah keberhasilan.
Untuk
pengendalian terhadap permasalah dari prediksi tersebut ialah sebaiknya hal
yang harus kita lakukan untuk menciptakn sebuah kesuksesan ialah mencontoh
mereka (orang-orang yang patut di contoh) karena dengan mencontoh seseorang
tersebut akan mengarah pada yang lebih baik, bukan membandingkan diri kita
dengan orang lain. Patut kita ingat bahwa konsep kesuksesan bukanlah
membandingkan prestasi kita dengan orang lain melainkan membandingkannya dengan
pencapaian kita sebelumnya.
Daftar
Pustaka :
Shinta,
A. (2002), Pengantar Psikologi
Sosial Edisi Kedua Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45
0 komentar:
Posting Komentar