Selasa, 21 Oktober 2014

Membentuk Keberhasilan dengan Membangun Citra Diri Positif

Rina Hartatik
13-1037
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Sebelum saya memasuki pembahasan yang lebih menjabar mengenai citra diri, terlebih dahulu saya akan menyinggung tentang pengertian mengenai citra diri itu sendiri. Cremer dan Siregar, 1993:143-145 (dalam Shinta, 2002) mendefinisikan citra diri sebagai gambaran mengenai diri sendiri. Dari pengertian yang diberikan oleh ilmuan diatas itu saya sedikit menambahkan tentang definisi citra diri. Yang mana menurut saya citra diri merupakan pembenahan diri untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki setiap kekurangan sehingga menghasilkan suatu tujuan atau tingkah laku guna mencapai sebuah kesuksesan. Jadi menurut pengertian diatas kesadaran akan kelemahan dan kelebihan seseorang itu sangatlah penting untuk kemajuan yang akan individu tersebut dapatkan. Untuk mencapai sebuah hasil yang memuaskan atau lebih krennya disebut kesuksesan maka langkah pertama yang harus kita lakuakan adalah menyadari terhadap apa yang kita miliki, baik itu kelebihan maupun kekurangan karena dengan semua itu akan tumbuh yang namanya pembenahan diri. Untuk hidup yang sukses, kita harus membangun citra diri yang positif, yaitu kita harusnya senantiasa menggambarkan diri sendiri sebagai orang yang sukses, merasakan di dalam hati kesuksesan itu, dan berperilaku seolah-olah kita telah sukses. Ini yang seharusnya kita tanamkan dalam pikiran kita, sehingga terukir dan mengakar pada pikiran kita. Dan tentunya setiap hari harus kita sirami dengan keyakinan. Bukan malah membandingkan diri kita dengan orang lain, karena hal tersebut secara tidak langsung akan memicu kita terhadap hal yang telah banyak berdampak negatif. Misalnya Ketika seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain, satu hal yang pasti ia tidak akan menemukan perbandingan yang sama. Ketika ia menemukan orang lain lebih rendah darinya, timbul sikap angkuh dan sombong serta cepat puas. Sebaliknya, ketika ia menemukan dirinya lebih rendah, ia akan merasa inferior (rendah diri) dan tidak mampu memaksimalkan potensi terbaik dirinya.
Dari pembahasan diatas saya memprediksikan bahwa ketika kita memmbandingkan diri kita dengan orang lain, maka sebenarnya kita tidak menjadi diri kita sendiri, tidak menciptakan kekreativan baru yang mengarah pada sebuah keberhasilan.
Untuk pengendalian terhadap permasalah dari prediksi tersebut ialah sebaiknya hal yang harus kita lakukan untuk menciptakn sebuah kesuksesan ialah mencontoh mereka (orang-orang yang patut di contoh) karena dengan mencontoh seseorang tersebut akan mengarah pada yang lebih baik, bukan membandingkan diri kita dengan orang lain. Patut kita ingat bahwa konsep kesuksesan bukanlah membandingkan prestasi kita dengan orang lain melainkan membandingkannya dengan pencapaian kita sebelumnya.

Daftar Pustaka :
Shinta, A. (2002), Pengantar Psikologi Sosial Edisi Kedua Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45



0 komentar:

Posting Komentar