Rina
hartatik
13.310410.1037
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakrta
Pembahasan mengenai kepribadian merupakan
pembahasan paling menarik selama saya menulis artikel di kelas Psikologi Umum
ini. Dala kesempatan kali ini, pertama saya akan membahas mengenai persepsi
antara orang awam dan ilmiyah mengenai kepribadian itu sendiri. Orang awam
mendefinisikan kepribadian itu sebagai topeng atau
suatu sifat dan penampilan yang indah dinilai oleh norma sosial. Sedangkan
kepribadian secara ilmiah adalah karakter individu yang membedakan antara
individu satu dengan individu yang lainnya. Allport 1961(dalam King, L. A.
2010) juga mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam individu
sebagai system psikho phisis yang menentukan caranya yang khas dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Jadi cara individu bertingkah laku
terhadap lingkungan sekitar, yang terlihat dari kebiasaan2 berpikir, sikap,
minat, & pandangan hidup yang khas itulah yang dikatakan sebagai
personality.
Jika kita simpulkan dari berbagai pengertian
mengenai kepribadian diatas maka kita akan memahami bahwa kepribadian itu
merupakan salah satu penentu yang khas atas perilaku setiap individu, yang
sehingganya kita dapat membedakan antara individu yang satu dengan individu
lain. sesuai dengan judul artikel saya “ Tingkat Analisis Kepribadian “ disitu
menerangkan bahwa dalam beberapa hal kita sama dengan semua orang. Sebagai
bukti, sekarang kita berada di kelas ini karena kita mempunyai keinginan yang
sama yaitu ingin memperluas pengalaman kita mengenai mata kuliah Psikologi
Umum. Dalam hal yang seperti ini kita sama-sama didorong oleh keinginan
yang besar, akhirnya kita mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, masuk
tepat waktu, dan kita juga sama-sama mendengarkan penjelasan dosen. Walaupun
demikian, tidak selamanya kita adalah pribadi yang sama karena Dalam beberapa
hal kita sama dengan beberapa / sebagian orang. dalam tingkatan analisis
kepribadian ini lebih mengkelompokkan tidak bersifat umum seperti tingkatan
anlisis yang pertama. Misalnya seorang ekstrover pada suatu pesta besar akan
merasa lebih bahagia daripada seorang yang berkepribadian introver pada pesta
yang sama, namun keduanya tidak akan berbeda kebahagian selagi menghadiri suatu
kelas untuk mendengarkan kuliah. Penjelasan temperamental keduanya mengatakan
bahwa extroversion dan efek positif sangat terkait bahkan dalam situasi netral.
Penjelasan ini menyatakan bahwa oranng-orang ekstrover membawa segembok suasana
hati kemanapun dia pergi dan apapun yang dia lakukan (Lucas, 2007). Jadi kita
yang senantiasa membawa suasana hati kemanapun kita pergi dan apapun yang kita
lakukan, dan ketika hal itu juga terdapat pada diri orang lain maka disitu kita
sama dengan sebagian orang yang berkepribadian ekstrover. Pembahasan mengenai
tingkatan yang pertama dan yang kedua sudah kita bahas diatas, sekarang tinggal
pembahasan yang ketiga yaitu dalam beberapa hal, kita tidak sama dengan semua
orang à kita adalah pribadi yang unik. Pembahasan yang terakhir ini
lebih spesifik dari pada tingkatan analisis yang pertama dan yang kedua. Kata
unik berartimenggambarkan bahwa setiap individu mempunyi cirri khas
masing-masing. sehingga dapat dibedakan
antara individu satu dengan individu lainnya. Tidak ada individu yang
berkepribadian sama, karena tidak ada juga individu yang bertingkah laku sama.
Sebagai contoh dari tingkatan analisis yang ketiga ini ialah seorang sastrawan
yang sering menyendiri yang dianggap aneh oleh banyak orang tetapi dia merasa
nyaman dengan perilakunya yang aneh tersebut, nah perilaku
itulah yang menjadikannya unik karena dengan perilakunya tersebut dia akan beda
dengan yang lainnya.
Dari pembahasan diatas penulis
memprediksikan bahwa apabila kita menemukan seseorang yang berperilaku berbeda
dengan perilaku kebanyakan orang atau sekelompok orang jangan menganggap kalau
orang tersebut sedang mengalami kelainan jiwa “stress” akan tetapi itulah keunikan yang dimiliki oleh orang
tersebut. Dan apabila kita menjumpai seseorang yang tidak konsisten dalam
menyikapi situasi yang berbeda-beda, dengan kejadian yang seperti itu jangan
langsung memvonis bahwa orang tersebut bertopeng atau berperilaku palsu
melainkan orang tersebut menyesuaikan perilakunya agar sesuai dengan situasi
tertentu. Sebagai pengendalian permasalahan dari prediksi diatas penulis
menyumbangkan teori Mischel (1968) yang mengatakan bahwa kepribadian bervariasi
sepanjang situasi. Dan juga teori Allport (1961) yang mendefinisikan
kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikho
phisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap
lingkungan.
0 komentar:
Posting Komentar